arbiyanti

Posisi Kejutan

Siapa yang tidak mau mendapat promosi di tempat kerja?

Mungkin saya…

Minggu lalu saya ditelepon Ibu bos untuk datang temui doi dan Kepsek jam 13. Saya kali ini tidak mau kecele dan ekstra tanya: “mau bahas apa, Bu?” Doi hanya tertawa. Saya timpali lagi: “loh beneran, Bu.. jadi saya mesti siapin apa gitu”. Doi hanya bilang bahwa saya tak perlu siapkan apa-apa.

Kenapa saya kesan-nya curiga ketika saya diminta hadap Ibu bos? Karena saya ingat betul tanggal 26 Maret ketika nama saya dipanggil Kepsek di rapat rutin di hadapan seluruh guru dan tiba-tiba saya diberi buket bunga. Ketika itu bos saya hanya meminta saya untuk ikut rapat karena ada pembahasan tentang container pesanan buku dan bahan ajar dari Jerman yang biasanya memang saya yang urus. Saya tidak pernah ikut rapat rutin guru, karena memang tidak ada hubungannya dengan saya. Jadi ketika diminta hadir, yaa saya persiapkan list pesanan buku dan update terbaru sudah sejauh mana pesanan buku dari Jerman.

Saat pembukaan rapat, tiba-tiba nama saya dipanggil dan diberi buket bunga oleh Kepsek dan bos saya. Atas pencapaian saya berhasil menyelesaikan kuliah kata mereka. Hadeuh, saya kaget dan tertegun berdiri di hadapan 70-an orang guru. Clingak clinguk ini maksudnya apa seh?! Haha.

Tanggal 22 Mei, saya diminta menemui Ibu bos dan Kepsek. Dalam hati saya bertanya: hayaa, ini mau diapain saya?! Dan seperti biasa, Kepsek langsung saja tanpa basa basi menanyakan saya tentang pekerjaan dan rencana karir saya ke depan. Saya langsung tengok Ibu bos dan memberikan pandangan yang seolah-olah berkata: ‘Tolong Bu. Ini maksudnya apa sih? Dan kenapa Ibu gak briefing saya terlebih dahulu!’

Tapi tentu saja saya gak mungkin hanya tertegun diam. Jadi saya jawab tentang rencana jangka pendek saya yang mau ambil 3-bulan kursus di sekitar bulan Juli. Dan kemudian Kepsek beserta Ibu bos membuka tema diskusi mengenai adanya rencana untuk mempersiapkan saya menduduki posisi tertentu. Saya benar-benar tidak sangka ditawarkan posisi yang cukup penting, bahkan saya sampai bergurau apakah saya tidak terlalu muda?! Kesannya seperti rahasia umum bahwa ada spekulasi mengenai kuliah saya yang direncanakan untuk memuluskan jalan saya menempati posisi tertentu. Padahal saya kuliah atas inisiatif dan biaya sendiri. Agak jengah mendengar bahwa saya digadang-gadang untuk menempati posisi tertentu itu.

Sejauh ini saya senang bekerja di posisi saya sekarang. Memang agak sedikit kurang tantangan karena saya sudah hampir tahu seluk beluk dan jadwal apa yang harus saya lakukan. Maka tak heran ketika Kepsek menantang saya untuk mengambil tanggung jawab atas tugas yang lain, saya kemudian layangkan pandangan ke bos saya untuk berikan saya tanggung jawab yang memang sudah dipersiapkan.

Tapi ini memang seperti layaknya sebuah ulang tahun dimana yang berulang tahun tidak diberikan kado namun diberi pertanyaan ‘kamu mau kado apa?’ Dan mungkin karena bos saya tahu bahwa saya tidak suka kejutan, jadi bos saya hanya tersenyum dan bilang ‘saya tahu potensi kamu dan saya percaya kamu bisa menduduki posisi ini’.

Hhmm, Ibu Bos dan Pak Kepsek.. seandainya Anda tahu posisi apa yang saya inginkan…

Jakarta, 28.05.2018

2 thoughts on “Posisi Kejutan

  1. andin

    wooooow.. this is supposed to be a good news!
    ditawarin promosi means they think and know that you’re capable and most importantly they trust you.
    jadi diambil nggak kesempatannya? :)

    1. arbiyanti Post author

      Andinuun.. I have so much to share. I didn’t think of it as promotion, more as personal growth. and yes, i really appreciate the trust (even without promotion). i’m really thankful for the opportunity and looking forward to being able to give my best.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *