arbiyanti

Ini Bukan Diet

Diantara kolega perempuan di tempat kerja, mungkin saya adalah salah satu yang tidak tertarik ikut-ikutan diet.

Sudah biasa bagi perempuan untuk heboh membahas berat badan. Sebisa mungkin kurus, entah di patokan angka berapa supaya bisa dibilang kurus.. pokoknya ‘kurus’ adalah sebuah kata indah dan dipuja-puja bagi beberapa perempuan. Tidak heran bila beragam program diet menjadi tema menarik dan banyak perempuan mencoba program diet dari A sampai Z. Yang umum saya tahu adalah diet GM, diet Mayo, diet LCHP, diet LCHF, dan yang paling mutakhir dijalankan kolega saya adalah diet Keto. (Kalau Anda tidak familiar dengan diet yang saya sebutkan, silahkan telusuri internet untuk tahu lebih lanjut ya).

Aniwey, berat badan saya cenderung stabil, yaa pokoknya selama baju dan celana jeans saya enak dipakai dan tidak sampai membuat saya sesak napas.. berarti berat saya cukup aman laah.

Jadi kenapa saya tertarik menulis tentang diet yang bahkan tidak saya lakukan? Well, sebenarnya sebagai pengingat diri saya bahwa diet kok kayanya membuat hidup jadi rumit. Alias nyusahin hidup yaa…

Tanpa bermaksud pilih-pilih makanan, tapi intinya menu makanan saya saat ini pun sudah cukup terbatas. Makanan saya tidak harus ada nasi kok. Contohnya makan siang tadi saya cukup makan tumis bayam dan ikan tongkol. Saya lebih pilih makan telur, ikan (kecuali lele dan patin) atau seafood dibandingkan ayam dan daging merah (walapun saya makan produk olahan ayam dan daging: seperti nugget dan bakso). Biasanya menu makan saya sederhana saja: telur dadar dan sayuran atau ikan dan sayuran. Tanpa nasi sudah cukup mengenyangkan. Eh tapi jangan salah ya, saya masih makan karbohidrat kok. Saya makan mie, kentang, pasta dan roti.

Saya juga suka ngemil. Godaan terberat saya adalah gorengan! Yup, saya suka tempe goreng, tahu goreng, bakwan, risol, pastel.. pokoknya i love gorengan 😀 sungguh tidak sehat!

Tentunya ada beberapa kondisi penyakit yang memang membatasi pilihan makanan, namun kalau dirasa kita baik-baik saja.. ya mari nikmati makanan pilihan kita laah.

Nah, mungkin inilah pola pikir yang perlahan bisa diubah. Jadi bukan jam dan jenis makanan yang harus dibatasi, tapi pilihlah makanan secara bijak karena itulah yang mempengaruhi berat badan atau bahkan kondisi kesehatan. Ah kalau sudah nulis kayak begini kesannya saya sok tahu banget ya. Haha.

Let’s just enjoy our food and eat wisely :)

Guten Appetit!

Jakarta, 27.10.17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *